God, Love, and Destiny. Yup, itu nama blog aku karena aku yakin semua orang memiliki itu. Tentu saja, ada yang sudah menemukannya dan ada yang belum menemukannya. Aku percaya semua orang memiliki Tuhan baik yang beragama maupun yang tidak. Bagaimana dengan atheis? Atheis pun memiliki Tuhan. Atheis (mungkin) menganggap dirinya adalah Tuhan, menganggap pohon adalah Tuhan, ataupun menganggap idolanya adalah Tuhan (Maradona misalnya).
Bagaimana dengan Love a.k.a cinta? Lagi-lagi semua orang pasti punya cinta. Cinta sama keluarga, cinta sama binatang priharaannya, cinta sama pacarnya, cinta sama Tuhannya, cinta sama komputernya dan cinta sama lain-lain. Banyak sekali cinta bukan, yah paling tidak kalau pun Anda tidak punya semua itu, Anda masih punya cinta sama diri Anda sendiri. Bagaimana dengan orang yang tidak punya siapa-siapa dan apa-apa trus dia bunuh diri, bukankah dia tidak punya cinta? Tentu saja tidak, itu termasuk cinta sama diri sendiri. Orang bunuh diri biasanya disebabkan oleh dia tidak bisa menerima keadaan dirinya lalu menyebabkan depresi dan penderitaan dan terjadilah kejadian itu. Dari situ terlihat bahwa dia tidak mau menderita lagi sehingga bunuh diri. Bukankah itu termasuk cinta sama diri sendiri.
Selanjutnya destiny a.k.a takdir. Semua orang memiliki jalannya sendiri, dan jalan dari setiap individu itu berbeda. Tentu saja, jika sama akan kacau dunia ini. contohnya nih, semua orang ditakdirkan menjadi entrepreneur semua, so siapa yang jadi pekerjanya. Jadi, Anda ditakdirkan menjalani apa? Banyak orang mungkin belum menemukan jalannya sendiri, tetapi ada juga orang yang sudah menemukan jalannya merasa ini bukan jalannya. Atau dia berpikir belum menemukan jalannya padahal yang dilaluinya sekarang adalah takdirnya. Trus, parameter apa yang harus dipakai untuk menentukan apakah ini jalan hidup atau takdir kita? Kaya, istri yang cantik, atau apa? Aku sendiri juga masih bingung apakah jalan yang aku lalui ini merupakan takdir aku. Mungkin teman-teman bisa share sedikit pendapat.
Bagaimana dengan Love a.k.a cinta? Lagi-lagi semua orang pasti punya cinta. Cinta sama keluarga, cinta sama binatang priharaannya, cinta sama pacarnya, cinta sama Tuhannya, cinta sama komputernya dan cinta sama lain-lain. Banyak sekali cinta bukan, yah paling tidak kalau pun Anda tidak punya semua itu, Anda masih punya cinta sama diri Anda sendiri. Bagaimana dengan orang yang tidak punya siapa-siapa dan apa-apa trus dia bunuh diri, bukankah dia tidak punya cinta? Tentu saja tidak, itu termasuk cinta sama diri sendiri. Orang bunuh diri biasanya disebabkan oleh dia tidak bisa menerima keadaan dirinya lalu menyebabkan depresi dan penderitaan dan terjadilah kejadian itu. Dari situ terlihat bahwa dia tidak mau menderita lagi sehingga bunuh diri. Bukankah itu termasuk cinta sama diri sendiri.
Selanjutnya destiny a.k.a takdir. Semua orang memiliki jalannya sendiri, dan jalan dari setiap individu itu berbeda. Tentu saja, jika sama akan kacau dunia ini. contohnya nih, semua orang ditakdirkan menjadi entrepreneur semua, so siapa yang jadi pekerjanya. Jadi, Anda ditakdirkan menjalani apa? Banyak orang mungkin belum menemukan jalannya sendiri, tetapi ada juga orang yang sudah menemukan jalannya merasa ini bukan jalannya. Atau dia berpikir belum menemukan jalannya padahal yang dilaluinya sekarang adalah takdirnya. Trus, parameter apa yang harus dipakai untuk menentukan apakah ini jalan hidup atau takdir kita? Kaya, istri yang cantik, atau apa? Aku sendiri juga masih bingung apakah jalan yang aku lalui ini merupakan takdir aku. Mungkin teman-teman bisa share sedikit pendapat.
Sungguh sebuah artian baru dalam mengerti
BalasHapustentang topik yang diangkat
GOD...Love....And Destiny..... 3 buah kata yang penuh dengan misteri.....
Apakah benar smua itu..tapi segala sesuatu bukan hanya ditentukan oleh takdir tapi juga dari usaha dari orang yang bersangkutan.
BalasHapusJika selalu berusaha maka bisa merubah takdir...
Husanto
http://www.husanto.com